Jumat, 20 Juni 2014

Dengan menggandeng si kecil kau menjemputku melalui jendela rumah
Kenapa rumah kita bersebelahan ? sesaat aku terheran,
Mimpi itu tak kan kembali lagi, tapi aku merasakan kerinduan

Baru saja aku mengikis perlahan menipiskan nafsuku untuk berkomunikasi denganmu
Baru saja aku menyadari perlahan kebodohanku ..... terlambat ?
Baru saja aku menyadari takdir laki laki dan kodrat perempuan.... terlambat ?
Baru saja aku menyadari untuk wening sejenak

Mimpi itu bisa menipiskan kerinduanku sejenak
Tetap ada yang menghalangiku untuk melangkah
Menghilangkan jejak yang pernah kita lalui bersama

Mimpi itu akan kembali jika kerinduan itu tak tertahankan lagi
Hadiah terindah dari Tuhanku, yang setia membaca suasana hatiku

Tak terbatas ku ucap syukur dan sujud atas apa yg aku terima

salam dari Surabaya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar